3 Cara Efektif untuk Menemukan Tujuan Kepemimpinan Diri Anda
"Seorang pemimpin harus bisa melihat lebih banyak dibanding orang lain, dan melihat sebelum orang lain melihatnya."
~ Leroy Eims ~
Para pemimpin sejati selalu mampu melihat seluruh perjalan hidup mereka sebelum mereka berangkat menuju sasaran yang dituju. Mereka memliki visi untuk sampai ketujuan mereka. Mereka memahami apa yang diperlukan untuk sampai ke sana, selain itu mereka juga menyadari tantangan-tantangan dalam perjalanan tersebut.
Helen Keller, tokoh pejuang kemanusiaan yang buta sejak usia 19 bulan karena terserang penyakit scarlet fever, memiliki pernyataan menarik tentang melihat tujuan hidup. Melalui kisah perjuangan hidupnya yang ditulis dalam buku The Story of My Life ia telah menginspirasi banyak orang termasuk Mark Twain, Jhon D. Rockfeller, dan Ratu Inggris Victoria dan banyak lagi.
Ketika itu helen ditanya tentang hal apakah yang lebih buruk dari pada dilahirkan buta, lalu helen menjawab "Yang lebih buruk daripada dilahirkan buta adalah bisa melihat, tetapi tidak memiliki visi ataupun tujuan" Sungguh sangat disayangkan, banyak orang di posisi kepemimpinan tidak memiliki visi atau penglihatan mengenai tujuan yang jelas ke mana hidupnya dan organisasi yang dipimpinnya akan menuju.
Karena seorang pemimpin sejati memiliki dia hal penting:
- Mereka tahu ke mana mereka akan pergi
- Mereka mampu mempengaruhi orang lain yang mengikutinya.
Baik, disini kita akan masuk ke pembahasan 3 Cara Efektif untuk menemukan tujuan kepemimpinan anda:
Pertama, Mulailah dengan Bermimpi
Martin Luther King Jr. Pernah berkata, "Jika seorang pemimpin belum menemukan sesuatu yang ia ingin perjuangkan mati-matian, ia belum pantas hidup."
Ketika masih kanak-kanak, kita punya mimpi-mimpi besar. Kita berani bercita-cita ingin menjadi presiden, astronot, dokter dan sebagainya. Kita ingin mengubah dunia. Tapi sayangnya, ketika kita mulai beranjak dewasa, mimpi-mimpi besar itu perlahan sirna. Ketukan hiduo mulai mencengkram pikiran kita. Lalu kita bergumam dalam hati "Kita seharusnya hidup lebih realistis dan jadi orang yang menginjak bumi, bukan berangan-angan sampai ke langit".
Jika anda tidak dapat memimpikan keinginan anda, bagaimana anda akan mencapainya dan menjadikan mimpi anda itu menjadi kenyataan. Namun di sisi lain, anda juga harus mampu melihat fakta secara realistis. Jika anda tidak membuka mata anda lebar-lebar maka anda akan dikejutkan dengan kejutan-kejutan besar yang tidak menyenangkan.
Tugas seorang pemimpin adalah meneyimbangkan antara optimisme dan realistik, intuisi dan perencanaan, keyakinan positif dan fakta.
"Para pemimpin adalah pemimpi, namun pada saat yang sama, mereka cukup praktis untuk mengetahui bahwa visi tanpa tindakan tidak akan menghasilkan apa-apa."
Kedua, Ikuti Panggilan Hidup Anda
Walaupun Indonesian Idol seharusnya merupakan reality show untuk mencari penyanyi berbakat di indonesia, entah mengapa orang yang mendaftar justru banyak yang bersuara jelek. Ada yang mengaku bisa menyanyi, tapi ketika dilakukan audisi, suaranya sangat berantakan. Menonton indonesian idol bisa membuat kita berfikir tentang panggilan hidup. Setiap orang di antara kiita sebenarnya memiliki panggilan tertentu dalam hidup ini. Seorang penyanyi dan penulis yang pernah mendapatkan nominasi Grammy Award Billy Ray Cyrus, berkata, "Setiap pemimpin semestinya memiliki panggilan hidup di bumi ini."
Pernahkah anda melihat seorang penyanyi profesional yang terlihat sangat enjoy diatas panggung? itu akan terlihat jika menyanyi adalah panggilan hidup penyanyi tersebut. Sebaliknya, jika anda pernah menonton audisi indonesia idol, banyak diantara peserta audisi terlihat sangat bersusah payah untuk menarik perhatian juri agar mereka bisa lolos audisi. Mereka tidak kelihatan enjoy. Mengapa? Karena penyanyi bukanlah panggilan hidup mereka.
"Setiap panggilan adalah luar biasa, asal dikerjakan dengan sungguh-sungguh."
~ Oliver Wendel Holmes ~ Penyair dan Penulis.



Post a Comment